Kamis, 01 Mei 2014

RESUME PERTEMUAN KE 9 TENTANG WARALABA/FRANCHISING

RESUME TENTANG WARALABA/ FRANCHISING

A. Definisi

Menurut asosiasi franchise Indonesia yang dimaksud dengan waralaba/franchiseadalah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merk (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merk, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
Sementara menurut P. H. Collin dalam law dictionary mendefinisikan waralaba sebagai hak menggunakan nama atau menjual produk (barang) atau jasa dimana hak itu diberikan atau dijual.

Selain pengertian waralaba, perlu dijelaskan pula apa yang dimaksud dengan franchisordan franchisee. Franchisor  atau pemberi waralaba adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan ciri khas usaha yang dimiliki. Sedangkan franchisee atau penerima waralaba adalah pihak yang membeli franchise atau system tersebut dari franchisor sehingga memiliki hak untuk menjalankan bisnis dengan cara-cara yang dikembangkan oleh franchisor.

B. Unsur-Unsur Franchise
  1. Adanya minimal 2 pihak, yaitu pihak franchisor dan pihak franchisee. Pihak franshisor sebagai pihak yang memberikan franchise sementara pihak franshisee merupakan pihak yang diberikan/ menerima franshise tersebut;
  2. Adanya penawaran paket usaha dari franchisor,
  3. Adanya kerja sama pengelolaan unit usaha antara pihak franchisor dengan pihak franchisee,
  4. Dipunyaianya unit usaha tertentu (outlet) oleh pihak franchisee yang akan memamfaatkan paket usaha miliknya pihak franchisor,
  5. Seringkali terdapat kontrak tertulis antara pihak franchisor dan pihak franchisee.

C. Dasar Hukum Franchise
  • Perjanjian sebagai dasar hukum KUH Perdata pasal 1338 (1), 1233 s/d 1456 KUH Perdata;
  • Hukum keagenan sebagai dasar hukum; KUH Dagang (Makelar & Komisioner),
  • UU No.19 (1992) Merek, UU No 6 (1982) Paten, UU No.7 (1987) Hak Cipta.
  • UU Penanaman Modal Asing sebagai dasar hukum;
  • Kepmen Perdagangan No 376/Kp/XI/1983 tentang kegiatan perdagangan.
  • Ketentuan Ketenagakerjaan,
  • Hukum Perusahaan (UU PT No 1 (1995)), dll.

D. Jenis Franchise/waralaba
Waralaba dapat dibagi menjadi dua:
  • Waralaba luar negeri/asing adalah waralaba yang berasal dari luar negeri, Contohnya : McDonald’s, Kentucky Fried Chicken, Bread Talk, Starbucks, Pizza Hut, dll.
  • Waralaba dalam negeri adalah waralaba yang berasal dari dalam negeri, contoh wara laba local : Primagama, Alfamart, Martha Tilaar, Roti Buana, Edward Forrer, Bogasari Baking Center dan berbagai nama lainnya.

E. Perkembangan Franchise
Di Indonesia ada beberapa kategori usaha yang sering atau pernah menjadi objek bisnis franchise:
  • Bidang usaha makanan: Restoran, contoh:  Rumah makan Wapo, Makanan siap hidang, contoh: McD. KFC, A&W, Burger King, Makanan ringan (es krim, yogurt, baked goods, donat, pastry), contoh: Mama Oven, Hagen daaz, Baskin Robins, J.CO, Makanan khusus (speciality foods), contoh: Ayam goreng Solo
  • Jasa konsultan dan keperluan bisnis, Aneka jasa konsultan (business aids and services), Jasa pencarian dan penempatan tenaga kerja (employment services), Periklanan dan direct mail
  • Jasa pialang pembelian rumah&penyewaan property, contoh: Ray White, Century 21
  • Jasa penjualan, pemeliharaan dan reparasi kendaraan bermotor, dan masih banyak objek bisnis franchise lain nya di Indonesia.

Selasa, 08 April 2014

RANGKUMAN PERKULIAHAN MANAJEMEN PEMASARAN JASA PENDIDIKAN PERTEMUAN KE 7 (BRAND)

Rangkuman Perkuliahan Pertemuan Ke 7 (7 april 2014)tentang BRAND/ merek dagang 
  • Brand Adalah sesuatu yang memiliki nama & bentuknya dapat kata atau gambar yang mewakili suatu produk
  • Suatu brand dapat yang mewakili apa itu produk tersebut (dapat berupa kata, nama, gambar, simbol). Brand mewakili suatu produk dan Brand mewakili seluruh produk. contoh: Mc Donald.
  • Tujuan dari  brand adalah sebagai agar konsumen tidak keliru maka di berikan brand/merek, pembeda dengan produk lain, dan sebagai identitas produk itu sendiri. 

Beberapa hal yang di pertimbangkan dalam pemberian merek/brand pada suatu produk:
  1. Melihat jenis produk yang akan dijual
  2. Siapa yang akan membeli / target pasar nya
  3. Melihat pada harga/ daya beli calon konsumen
  4. Nama perintis atau orang yang merintis produk tersebut, contoh: Martha  tilaar
  5. Berdasarkan tempat/lokasi
  6. Tahun brand itu berdiri Misalnya: BNI 46
  7. Produk yang dijual berbeda dengan yang lain/ adanya Keunikan. Misalnya: Bakso Gepeng
  8. Nama binatang. Misalnya: Tas bermerk PUMA
  9. Kata-kata tertentu yang menginspirasi, contoh: dagadu
  10. Logo yang menggambarkan nama produk. Misalnya: Apple, Nike 
  11. Pada pilihan Berdasarkan warna
  12. Bentuk huruf suatu brand
  13. Gambar. Misalnya: Larutan Cap Kaki Tiga
  14. Simbol seperti bentuk. Contoh: Maskapai Garuda, ban mobil, Nike, Mercedes
  15. Gambar menjelaskan produk yang dijual. Contoh: Toko Kaca Mata 
  16. Ukuran
  17. Bahan membuatnya


Kamis, 27 Maret 2014

Pertemuan ke-6 (24 maret 2014) lanjutan tentang MARKETING MIX

Pada pembahasan kali ini pada pertemuan ke-6 pada tanggal 24 maret 2014 membahas tentang lanjutan 7 komponen dalam marketing mix yaitu people, process dan physical environment. Berikut adalah ringkasan lanjutan materi tentang marketing mix:

Partisipant ( people)
Yang dimaksud partisipan disini adalah karyawan penyedia jasa layanan maupun penjualan, atau orang-orang yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam proses layanan itu sendiri. misalnya dalam jasa kecantikan :diantaranya adalah para reception, dokter, dan beauty therapis.

People yang terdiri dari:
  • Employes (pegawai)
  • Management
  • Culture (budaya)
  • Customer service (pelayanan)

 Manusia itu merepresentasikan bisnis :
  • Manusia membuat image yang sangat penting untuk perusahaan.
  • Sering melakukan kontak dengan orang-orang- apakah ada gambaran abadi yang mereka berikan kepada pelanggan?
  • menambah/meningkatkan pelatihan tentang produk atau pelayanan
  • pernyataan misi, relevan atau tidak kah suatu pernyataan atau misi tersebut?
  • bagaimana staf mempresntasikan budaya yang diinginkan dari bisnis

 Process
Proses adalah kegiatan yang menunjukkan bagaimana pelayanan diberikan kepada konsumen selama melakukan pembelian barang. Pengelola usaha melalui front liner sering menawarkan berbagai macam bentuk pelayanan untuk tujuan menarik konsumen. Fasilitas jasa konsultasi gratis, pengiriman produk, credit card, card member dan fasilitas layanan yang berpengaruh pada image perusahaan.
  1. Proses itu sangat relevan untuk industry jasa, bagaimanakah pelayanan itu di pertimbangkan atau tidak?
  2. Bagaimana cara orang mengkonsumsinya ?
  3. Apakah proses yang dilakukan mereka untuk mendapatkan pelayanan ?
  4. Dimana mereka bisa melakukan service itu :

  •   Contact (kontak)
  • Reminders (di ingatkan)
  • Registration (registrasi)
  • Subscription ( berlangganan)
  • Form filling (pengisian formulir)
  • Degree of technology ( tingkat teknologi)


PHYSICAL ENVIRONMENT
   Lingkungan fisik adalah keadaan atau kondisi yang di dalamnya juga termasuk suasana. Karakteristik lingkungan fisik merupakan segi paling nampak dalam kaitannya dengan situasi. Yang dimaksud dengan situasi ini adalah situasi dan kondisi geografi dan lingkungan institusi, dekorasi, ruangan, suara, aroma, cahaya, cuaca, pelatakan dan layout yang nampak atau lingkungan yang penting sebagai obyek stimuli 
  Keadaan lingkungan fisik sangat menentukan komunikasi pemasaran itu berhasil atau tidak, sebab lingkungan juga berperanan penting dalam hal ini. Konsumen atau pelanggan akan merasa terpuaskan dengan membeili produk kita dengan keadaan dan kondisi lingkungan yang kondusif.

Suasana/kesan lingkungan fisik yang ditunjukan seperti :
  • Smart/Shabby? 
  • Trendy/Klasik/Modern/Old Fashioned? 
  • Light/Dark/Bright/Subdued? 
  • Romantic/Chic/Lood? 
  • Clean/Dirty/Unkempt/Neat? 
  •  Music? 
  • Smell?   

Marketing Mix    
Tergantung pada beberapa Campuran-campuran :
  • Marketing Objectives (sasaran pasar)
  • Type of Product (tipe produk)
  • Target Market (target pasar)
  • Market Structure (posisi pasar)
  • Rival’s Behaviour (perilaku pesaing)
  • Global Issues-culture/religion (global isu budaya/religi)
  • Marketing Position (posisi pemasaran)
  • Product Portofolio
  • Product Licycle (siklus hidup produk)
  • Boston Matrix

 Dari ke 7 komponen di dalam marketing mix berkembang dan di perluas lagi karena sesuai dengan perkembangan zaman maka di tambah dengan ada nya poin POWER dan PUBLIC REALTION (strategi humas agar menjadi lebih efektif)


Jumat, 14 Maret 2014

Pertemuan kelima (10 maret 2014) : MARKETING MIX

Pada pembahasan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan kali ini tepat nya pada tanggal 10 maret 2014 pada pertemuan yang kelima, membahas tentang MARKETING MIX. berikut adalah ringkasan perkuliahan tentang marketing mix:

MARKETING MIX

Marketing mix adalah suatu alat yang tersedia untuk sebuah bisnis untuk melihat reaksi kurang lebih untuk mencari target pasar dalam kaitannya dengan tujuan pemasaran
 Terdapat 7 komponen didalam marketing mix yaitu:
  • produk,
  • harga,
  • tempat,
  • promosi,
  • orang-orang,
  • proses,
  • lingkungan fisik

pada dahulu terdapat 4 komponen karena perkembangan zaman  diperluas menjadi 7 komponen untuk mencakup pertumbuhan industri jasa.
 PRODUCT (produk)

Product (produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Produk dapat terdiri dari
  • Design
  • Teknologi
  • Kegunaan produk
  • Nilai
  • Kualitas produk
  • Pengemasan
  • Kelengkapan
  • Kelengkapan yang lainnya atau aksesoris
  • Merek atau brand
  • Garansi

Produk produk ini sebenarnya item yang konsumen pembelian, termasuk Kemasan, Gambar, iklan jaminan layanan purna jual.
Metode yang digunakan untuk meningkatkan / membedakan produk dan meningkatkan penjualan atau target penjualan lebih efektif untuk memperoleh keunggulan kompetitif .

Adanya Metode yang dipakai pada produk yaitu :         
  • Spesialisasi versi
  • Edisi baru
  • Strategi extensi : produk yang awet
  • Peningkatan
  • Kemasan yang berbeda
  • Teknologi 

PRICE (HARGA) Harga adalah sejumlah nilai tertentu untuk membayarkan produk atau service.

Apa yang dimaksud dengan harga terbaik untuk produk?
  1. Pengisian harga yang tepat adalah bagian yang sangat penting dari bauran pemasaran.
  2. Berapa banyak Anda biaya akan tergantung pada
  3. Berapa biayanya Anda membuat produk Anda
  4. Berapa banyak pesaing Anda pengisian
  5. Apakah Anda sedang mencoba untuk memperkenalkan produk baru
  6. Gambaran yang di inginkan untuk produk yang di inginkan
Keputusan harga
  • Harga yang rendah akan menarik penjualan. Co: (mobil bekas)
  • Harga rata-rata akan berarti Anda perlu untuk bersaing dengan pesaing Anda dengan cara Selain harga, misalnya memiliki produk kualitas yang lebih baik atau lebih baik promosi atau iklan. Contoh (mobil baru) 
Terdapat beberapa teknik didalam harga (Harga teknik)
  • Berbasis waktu – mengatakan cocok untuk memperbaiki mesin cuci dimana harga tergantung pada berapa lama pekerjaan yang diperlukan. Contoh bengkel
  • Biaya plus menghitung berapa banyak biaya untuk membuat sebuah produk yang kemudian tambahkan pada keuntungan. Contoh: salon
  • penetrasi harga. (penetrasi).
  • Dari bagian atas atau harga menggelapkan. (produk yang hanya sesaat saja)
  • Menghancurkan. (merusak produk saingannya)
  • Berorientasi pasar.
PLACE (tempat)
Place (tempat) adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain:
  • Ritel
  • Grosir
  • Mail order
  • Internet
  • Penjualan langsung
  • Rekan rekan
  • Multi-chanel 
Tidak peduli seberapa baik produk ini-itu harus berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Pembeli dan penjual datang bersama-sama dengan cara berikut:
  • Shop
  • Tunai dan bawa
  • Pasar kios
  • Belanja Tv saluran
  • Internet
  • Koran dan majalah
  • Mail order
  • Surat langsung
  • Toko pabrik

PROMOTION (promosi)
Promotion (promosi) adalah cara pelanggan memperhatikan produk yang diinginkan atau untuk mengiklankan suatu produk untuk dikenal oleh masyarakat luas. Di dalam berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi antara lain:
  • sales promotion,
  • advertising,
  • sales force,
  • public relation, and
  • direct marketing.
Tujuan dari promosi yaitu :          
  • Pemesanan dari costumer
  • Informasi untuk costumer
  • Mengingat costumer.

Media untuk promosi yaitu :        
  • Televisi,
  • koran,
  • majalah,
  • radio,
  • cinema,
  • outdoor media,
  • internet,
  • direct mail.



Jumat, 07 Maret 2014

SEGMENTASI DAN TARGETING PASAR JASA PENDIDIKAN

Perkuliahan Manajemen Pemasaran selanjutnya pada pertemuan ke-4 yaitu pada tanggal 3 Maret 2014 yang ada pertemuan kali ini berada di student corner atau yang sering di sebut SC yang berada ada di depan ruang jurusan MP bersama Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd serta bersama kakak-kakak dari tahun 2010 yang sedang menyusun skripsi dan secara kebetulan kakak itu yang menjelaskan materi pada pertemuan kali ini, materi yang di sampaikan adalah tentang “segmentasi dan targeting pasar jasa pendidikan”

mengenai segmentasi pasar. Segmentasi adalah suatu proses membagi pasar yang heterogen kedalam segmen-segmen homogen yang spesifik teridentifikasi yang menjadi target pemasaran. Segmentasi sangat penting dilakukan agar perusahaan lebih mudah dalam melakukan targetting. Target yang baik dan efektif dapat menambah profitabilitas bagi perusahaan maupun masyarakat yang menikmati hasil produksi. Segmentasi pasar adalah upaya untuk mengidentifikasi kelompok konsumen dengan cara mengelompokkan konsumen kedalam kelompok-kelompok yang kebutuhan dan keinginannya serupa/ membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang dibedakan menurut kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku, yang mungkin membutuhkan produk yang berbeda.

Ada beberapa variabel dalam segmentasi pasar yaitu (1) Geografi, yang terdiri dari wilayah, ukuran kota, dan pendapatan. (2) Demografi, terdiri dari usia, jenis kelamin, siklus hidup keluarga, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, dan suku. (3) Psikografi, terdiri dari kelas soaial, gaya hidup dan kepribadian. (4) Perilaku, yang terdiri dari pristiwa, manfaat, status pemakai, tingkat pemakaian, tahap kesiapan dan sikap terhadap produk. Suatu segmen dapat dikatakan efektif jika dapat diukur, besar dan dapat dijangkau.
Setelah kita mengerti tentang segmentasi pasar maka yang selanjutnya adalah targeting pasar. Targeting pasar adalah proses memilih target pasar atau segmen pasar yang akan dilayani kebutuhannya oleh perusahaan.


Dalam menentukan target pasar maka ada beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu mengevaluasi segmen pasar, memilih segmen pasar dan mempertimbangkan tambahan dalam mengevaluasi dan memilih segmen. Hal ini dilakukan agar nantinya segmen yang dipilih adalah segmen yang sesuai dengan apa yang diharapkan perusahaan, misalnya segmen tersebut dapat memberikan keuntungan yang besar, perusahaan mampu untuk melayani segmen tersebut karna sesuai dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

sekian rangkuman perkuliahan pada pertemuan ke-4 kali ini, terima kasih

INDAH KUSUMA PRADINI
1445120039
Manajemen Pendidikan UNJ 2012 (A)

ANALISIS LINGKUNGAN PEMASARAN

Pada pertemuan ke-3 ini pada jam yang sama seperti biasa yaitu jam 11.30 yang berada di ruang DS.307, bahwa pertemuan perkuliahan kali ini pak amri Muhammad akan menjelaskan tentang analisis lingkungan pemasara, yaitu sebagai berikut rangkuman penjelasan nya:

ANALISIS LINGKUNGAN PEMASARAN
Definisi Lingkungan Pemasaran suatu Perusahaan:   
Pelaku-pelaku  (aktor) dan kekuatan-kekuatan yang berada diluar fungsi manajemen pemasaran perusahaan yg akan mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk mengembangkan dan membina transaksi yang berhasil dengan para pelanggan  sasarannya.
A. LINGKUNGAN PEMASARAN meliputi :        

Microenvironment (lingkungan mikro)          
Yaitu berbagai kekuatan yg dekat dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pelanggan, terdiri dari :          

Micro Environment (Lingkungan Mikro)
Cakupannya sebagai berikut:
The Company (Perusahaan), terdiri dari:
  1. Top management (pimpinan utama atau paling tinggi)
  2. Finance (Keuangan)
  3. Riset & development (Riset dan Pengembangan)
  4. Purchasing (Pembelian)
  5. Manufacturing (Proses Pembuatan)
  6. Accounting (Pencatatan)

Suppliers (Pemasok)
Menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa itu, hal-hal yang harus diperhatikan:
  1.  Watch supply availability (melihat ketersediaan pasokan)
  2. Monitor the price trend (memantau harga terbaru input utama nya)

Marketing Intermediaries (Perantara)
Perantara Pemasaran adalah mereka yg membantu perusahaan dalam mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan barang kepada pembeli akhir. Para perantara ini meliputi :
-          Middleman, perusahaan yg membantu mdpt pelanggan
-         Perusahaan Distribusi Fisik, membantu perusahaan dlm menyediakan & memindahkan barang dari tempat asal ke tempat tujuan.
-         Biro Jasa Pemasaran, meliputi perusahaan riset, biro iklan, perusahaan media, dan perusahaan konsultan pemasaran, mencarikan sasaran dan menpromosikan produk ke pasar sasaran secara tepat.
-         Perantara Keuangan, meliputi bank, perusahaan kredit, perusahaan asuransi, dll dalam membantu transaksi keuangan dan atau menanggung resiko sehubungan dengan pembelian dan penjualan barang.
Customers (Pelanggan)
  1. Customer Markets (Pembelian suatu produk untuk dikonsumsi sendiri.)
  2.  Bussines Markets (Pembelian produk yang akan dijual dalam bentuk barang baru.)
  3. Reselller Markets (Pembelian produk untuk dijual kembali dengan menggunakan kemasan yang baru.)
  4.  Government Markets (Pembelian produk melalui tender, penawaran, pembayaran dan pengajuan.)
  5.  International Markets (Adanya penerapan ISO (International Organization for Standardization))

Publics (Masyarakat Umum)
  1.  Financial publics (keuangan)
  2. Media publics (media masayarakat)
  3. Government publics (pemerintahan, kebijakannya)
  4.  Citizen-action publics (reaksi masyarakat, contohnya demo)
  5. Local publics (masyarakat lokal)
  6.  General publics (masyarakat umum)
  7.  Internal publics (pengaruh internal)

 MACROENVIRONMENT  (LINGKUNGAN MAKRO)
Yaitu kekuatan masyarakat yg lebih luas yg mempengaruhi seluruh lingkungan mikro pemasaran perusahaan yang mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap pemasaran.
Lingkungan makro terdiri dari :
a. Demografic environment (lingkungan demografik)
Adalah bidang studi tentang populasi manusia menurut  dari:
  1. Size (ukuran),
  2. Density (kepadatan),
  3. Location (lokasi),
  4. Age (umur),
  5. Gender(jenis kelamin),
  6. pekerjaan, dan
  7. statistik lainnya.

b. Ekonomi environment (lingkungan ekonomi)
  1. Buyer power (kekuatan atau daya beli)
  2. Spending pattern (pola pengeluaran atau pola belanja)

c. Natural Environment (Lingkungan Alami)
  1. Shortages of raw materials (jauh dekatnya jarak sumber daya yang dibutuhkan)
  2. Increased cost of energy (kenaikan biaya dan sumber daya)
  3. Increased pollution (peningkatan pencemaran)
  4.  Government intervention in natural resources management (intervensi pemerintah dalam pengelolaan sumber daya alam)

d. Technological Environment (Lingkungan Teknologi)
  1. New technologies (teknologi terbaru)
  2. Creating new product (membuat produk baru)
  3. Market opportunities (peluang pasar)
  4. Fast pace of techonological change (perubahan kecepatan teknologi)
  5. High R&D budgets (riset yang tinggi dan pengembangan anggaran)
  6. Concentration on minor improvement (konsentrasi pada perbaikan kecil)
  7. Increased regulation (peningkatan regulasi)

e. Political Environment (Lingkungan Politik)
  1. Laws (hukum)
  2. Government agencies (kantor-kantor pemerintah)
  3. Pressure group (golongan yang berpengaruh)
  4. Legislation regulating business (legislative yang mempengaruhi bisnis)
  5. Changing government (Perubahan pemerintahan)

f.  Cultural Environment (Lingkungan Budaya)
  1. Persistence of cultural values
  2. Shift in secondary cultural values 
sekian hasil rangkuman perkuliahan pada mata kuliah manajemen pemasaran jasa pendidikan pada pertemuan ke-3 ini, semoga bermanfaat dan terima kasih.

INDAH KUSUMA PRADINI
1445120039
Manajemen Pendidikan UNJ 2012 (A)

KONSEP DASAR MANAJEMEN PEMASARAN JASA

Pada pertemuan ke-2 tanggal 17 februari 2014 pada pukul 11.30 mata perkuliahan manajemen pemasaran jasa pendidikan dimulai yang berada di ruang kelas 307, pada kesempatan ini dosen kami pak amril Muhammad menjelaskan mengenai konsep dasar manajemen pemasaran. Berikut adalah rangkuman penjelasan nya:

WHY MARKETING STUDY ?
Salah Satu alasan  kenapa kita belajar pemasaran karena pemasaran mempunyai peran yang sangat besar dalam pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Pemasaran dapat merangsang penelitian serta ide-ide yang baru dan yang akan menghasilkan barang dan jasa baru yang inovatif. Pemasaran jugamemberikan pelanggan banyak pilihan dalam memenuhi kebutuhan mereka, dan apabila pelanggan puas dengan produk yang digunakannya, maka produsen produk tersebut akanmembuka lowongan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Banyak factor yang berkontribusi untuk membuat suatu bisnis yang sukses:
  1. Apa yang dinginkan pelanggan dan dibutuhkan pelanggan.
  2. Mempunyai komitmen yang kuat dalam fungsi-fungsi marketing.
  3. Perusahaan berbagi dan dan dedikasi perusahaan dapat memuaskan customer dan memahami customer, karena didalam marketing kepuasaan memenuhi kebutuhan para customer tetapi tidak semua orang tetapi target/hanya sekelompok orang.
  4. Perusahaan memotivasi organisasi itu/orang-orang didalam organisasi itu, bagaimana bisa menjadi pemimpin di tingkat tertinggi.

WHAT IS MARKETING ?
Pemasaran  adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Dan dapat di artikan bawa needs or wants adalah berbeda needs ( kebutuhan) adalah suatu keadaan merasa kekurangan atau kurang, sedangkan wants ( keinginan/ suatu bentuk yang di ambil oleh kebutuhan manusia karena mereka dibentuk oleh budaya dan kepribadian individu.
Dengan pemasaran perusahaan berusaha menghasilkan laba dari penjualan barang dan jasa yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Disinilah peran manajer pemasaran dibutuhkan, dimana tugas dari manajer pemasaran adalah memilih dan melaksanakan kegiatan pemasaran yang dapat membantu dalam pencapaian tujuan organisasi.

Ada beberapa filosofi di dalam marketing, yaitu:
Production Concept (Konsep Produksi) : berkeyakinan bahwa konsumen konsumen akan menyukai produk-produk yang tersedia dimana-mana harganya murah. Fokus utama dari konsep ini adalah distribusi dan harga.
Product Concept (Konsep Produk) : berpandangan bahwa konsumen akan menyukai produk-produk yang memberikan kualitas , kinerja atau fitur inovatif  terbaik. Fokus utamanya ialah upaya penciptaan produk yang superior dan penyempurnaan kualitas.
Selling Concept (Konsep Penjualan) : berkeyakinan bahwa konsumen tidak akan tertarik membeli produk dalam jumlah banyak jika mereka tidak diyakinkan dan bahkan jika perlu di bujuk. Fokus utamanya adalah usaha promosi dan penjualan yang agresif.
Marketing Concept (Konsep Pemasaran) : berpandangan bahwa kunci untuk mewujudkan tujuan organisasi terletak pada kemampuan organisasi dalam menciptakan, memberikan, dan mengkomunikasikan Costumer value kepada pasar sasarannya secara lebih efektif dibandingkan pesaing. Fokus utamanya adalah pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran terintegrasi dan profitabilitas.
Social Marketing Concept (Konsep Pemasaran Sosial) : berkeyakinan bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan , keinginan, dan minat pasar sasaran dan memberikan kepuasan yang diharapkan secara elebih efektif  dan efisien dibandingkan pesaing.

PRODUCTS
Produk ialah sesuatu yang dapat dipasarkan yang untuk di perhatikan, diperoleh, penggunaan dan kebutuhan dan itu termasuk benda-benda fisik, jasa, orang, tempat, organisasi dan gagasan. Atau dapat di artikan pula Produk adalah barang atau jasa yang bisa ditawarkan di pasar untuk mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian, atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan.

Product terbagi menjadi 2 :
  1. Berbentuk barang yang dapat dilihat dirasakan melalui panca indera
  2. Sesuatu yang sifat nya abstrak

produk harus mempunyai :
  1. nilai
  2. satisfaction (kepuasaan)
  3. kualitas
  4. pertukaran
  5. transaksi
  6. hubungan

INDAH KUSUMA PRADINI
144512039
Manajemen pendidikan UNJ 2012 kelas A